MINA PADI

PENDAHULUAN

Mina padi merupakan usaha diversifikasi yang banyak memberikan keuntungan antara lain :

  1. Meningkatkan kesuburan tanah.
  2. Menekan pertumbuhan gulma.
  3. Menekan perkembangan hama padi.
  4. Terpeliharanya jaringan / saluran.

PENGERTIAN

Berdasarkan kegiatan, pengertian intensifikasi mina padi ada tiga yaitu :

  1. Penyelang ialah pemeliharaan ikan di sawah sambil menunggu persemaian.
  2. Palawija ikan ialah pemeliharaan ikan di sawah setelah tanaman padi, lama pemeliharaan 2-3 bulan.
  3. Mina Padi (Tumpang Sari) ialah pemeliharaan ikan bersama padi, waktunya setelah tanaman padi berumur 5 – 7 hari sampai dengan mulai berbunga.

Lahan sawah untuk mina padi sebaiknya :

  1. Subur, dengan pengairan yang cukup dan teratur.
  2. Dekat dengan pemukiman dan mudah dikontrol.
  3. Kurang mendapat gangguan hama ikan seperti ular, burung, sero, dll.
  4. Petakannya luas ; 500 – 1000 m².
  5. Dekat dengan pemasaran ikan.

PEMBUATAN KAMALIR

Kegunaan Kamalir :

  1. Memberi perlindungan terhadap ikan.
  2. Memberi keleluasaan bergerak pada ikan.
  3. Memudahkan panen.

Macam-macam Kamalir

Kamalir mina Padi, saluran mina padi
Kamalir Mina Padi
Luas Kamalir : Luas kamalir dianjurkan 2 – 4 % dari luas lahan.

Ukuran Kamalir : Kamalir dibuat dengan ukuran lebar 40-50 cm, tinggi 25 – 30 cm, dan panjang bergantung panjang dan lebar petakan.

PELAKSANAAN INMINDI

  1. Penyelang 
    • Setelah pengolahan tanah selesai, lahan digenangi air.
    • Tebarkan benih ikan ukuran 1 -3 cm dengan padat penebaran 30.000 ekor/ha.
    • Lamanya pemeliharaan antara 18-25 hari atau menunggu bibit padi di persemaian.
  2. Tumpang sari
    • Benih ikan ditanamkan 5 – 7 hari setelah tanam padi.
    • Padat penebaran benih ikan 12.000 ekor/ha ukuran 3 - 5 cm.
    • Sebelumnya di lahan sawah dibuat kamalir sesuai anjuran.
    • Masa pemeliharaan ± 30 hari.
  3. Palawija Ikan
    • Pemeliharaan dilakukan pada lahan pengairannya cukup, sebagai pengganti tanaman padi gadu/tanaman palawija.
    • Sawah disiapkan sebagai kolam, pematang diperkuat dan dibuat kamalir keliling.
    • Jerami ditumpuk di tengah petakan sebagai pakan alami untuk ikan.
    • Padat penebaran benih ikan ukuran 5 – 8 cm  dengan padat penebaran 5.000 ekor/ha.
    • Lama pemeliharaan ± 3 bulan.
    • Pakan tambahan :
    1. Dedak halus
    2. Pelet 3 % dari bobot ikan.
PEMELIHARAAN
  1. Benih
    • Jenis ikan yang dapat dipelihara antara lain ikan mas, tawes, mujaer dan nila
    • Benih ikan untuk mina padi harus dipersiapkan lebih dulu jauh sebelumnya
  2. Penebaran Benih
    • Benih ikan yang akan ditebarkan adalah benih hasil pijahan yaitu “Kabul” dengan ukuran 1 – 3 cm dan dipelihara sampai menjadi benih “Putihan” yaitu dengan ukuran 3 – 5 cm atau “Ngaramo” dengan ukuran 5 – 8 cm.
    • Banyaknya benih ikan untuk tiap 30 bata/tumbak sawah (14 m2) yaitu sebanyak 1 (satu) cangkir
    • Pada saat penebaran benih kabul, juga tebarkan benih putihan sebanyak 40 – 50 ekor per 10 bata sebagai “Pengiruh” untuk membantu ikan-ikan kecil dalam mencari/menggali makanan
    • Pemeliharaan untuk usaha pendederan dapat dilakukan 2 (dua) kali yaitu 3 – 4 hari setelah padi di tanam sampai saat penyiangan pertama ayau 3 – 4 hari setelah penyiangan pertama sampai saat penyiangan kedua
  3. Pemeliharaan di Lahan Sawah
    • Periksa galengan untuk mencegah kebocoran.
    • Amati dari gangguan hama seperti  belut, ular dan burung.
    • Amati pertumbuhan padi, jika tidak normal (anakan kurang) turunkan air sampai 3 cm selama 3- 4 hari untuk memberi kesempatan padi beranak.
PANEN IKAN
  1. Waktu panen sebaiknya dilakukan pagi hari atau sore hari.
  2. Panen dilakukan setelah lama pemeliharaan seslesai dan sesuai dengan ukuran ikan yang diinginkan.
  3. Keluarkan air dari petakan sawah sedikit demi sedikit sampai setinggi 2 cm
  4. Giringkankanlah ikan dengan menggunakan gagaruan agar ikan berkumpul pada kamalir
  5. Ikan dikamalir digiring kearah saluran pembuangan dan tangkap dengan ayakan
  6. Ikan yang sudah ditangkap simpan kedalam keranjang penyimpanan yang diisimpan dalam air yang bersih mengalir.

Sumber : Liptan Dinas Pangan Kabupaten Majalengka 2017

    Comments